href='http://www.blogger.com/favicon-image.g?blogID=5195730972603891725' rel='icon' type='image/x-icon'/>

Selamat Datang/Wilujeng Sumping

Selamat datang di blog ini semoga mampu memberi manfaat bagi kita semua

Memory in al-fatah

Album Foto Sdit Al Fatah Slideshow: Nana’s trip from Bekasi, Java, Indonesia to Jakarta was created by TripAdvisor. See another Jakarta slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

Senin, 15 November 2010

Qurban III

Qurban yang dilaksanakan oleh Kholilulloh nabi Ibrahim AS, berupa penyembelihan putra kandung yang dinanti dan menjadi kesayangannya sendiri dikerjakan dengan hati lapang dada, sabar dan tulus ikhlas. Qurban berupa ujian ats keimanan dan ketaqwaan dapat dilaksanakan dengan sempurna sehingga pada akhirnya Allah SWT mengutus malaikat untuk menggantikannya dengan seekor gibas (kambing). Qurban jenis inilah yang diabadikan dalam syariat Islam yang diajarkan Rasulullloh SAW dan dilaksanakan setiap tanggal 10 Zulhijah yang dikenal Hari Raya Idul Adha (Iduil Nahr atau Idil Qurban) dan dilanjutkan tiga hari kemudian Hari Tasrik yaitu tanggal, 11,12 dan 13 Zulhijjah. Bagi seluruh kaum muslimin yang mampu dan diberi kelebihan harta sunnah muakad ( sangat dianjurkan) untuk berqurban bahkan mendekati wajib dalam melaksanakannya, dengan cara memotong seekor kambing istimewa (pilihan) yang sehat, cukup umur dan berban besar untuk dikurbankan atau dengan menyembelih seokor sapi.

Selanjutnya, adapula qurban yang dilaksanakan oleh orang-orang yang musyrik, mereka mengorbankan binatang atau manusia untuk dijadikan tumbal pemuasan nafsu. Mereka membuang daging binatang ke tengah lautan dengan sia-sia, atau mengubur binatang dengan percuma bukan diberikan kepada orang-orang yang tak punya,sehingga tidak pernah makan daging setiap saat. Maksud dan tujuan mereka menyiapkan sesaji atau persembahan daging tersebut diberikan kepada roh-roh atau benda keramat yang dianggap berkuasa. Persembahan inilah yang keliru. Mereka mengganggap dengan sesaji tersebut dapat menghentikan malapetaka, dapat menebus dosa. Perbuatan inilah yang disebut sirik yang dibenci dan dilaknat Allah dan akan mendapat siksaan yang amat pedih.

Ibadah qurban akan bernilai tinggi di hadapan Ilahi apabila diikuti niat yang ikhlas mengharap ridha Ilahi atas segala rizqi yang diamanhkan kepada dirinya. Mereka yang beranggapan qurban itu hanya menghamburkan harta dengan percuma amatlah keliru dan bahkan merasa sia-sia sangatlah salah karena dengan berqurban akan memberkahkan hartanya bahkan melipat gandakan pahalanya. Walahualam bishawab.

Sabtu, 23 Oktober 2010

QURBAN II

Ibadah qurban merupakan salah satu bentuk tanda syukur atas nikmat rizki berupa harta sebagai amanah yang diberikan kepada seorang muslim. Menurut ajaran Islam harta itu merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan atas kepemilikannya, karena pada hakikatnya bukan miliknya sendiri melainkan titipan Allah yang harus dikelola sebagai lading ibadah. Dalam kepemilikannya itu terdapat hak orang lain yang wajib diserahkannya kepada orang yang berhak (mustahiq). Bagi seorang muslim yang melaksanakannya maka dijamin bahwa harta yang diamanahkannya tersebut telah bersih (suci) dan akan berkah. Allah telah berjanji barang siapa yang bersyukur atas nikmat yang diperolehnya, maka Allah SWT akan menambah kenikmatannya dengan berlipat ganda.

Selanjutnya apabila diperhatikan, qurban itu terdiri dari beberapa klasifikasi diantaranya :

1. Qurban Habil dan Qabil

Qurban yang dilakukan oleh kedua putra Nabi Adam AS. Sebagai upaya untuk menentukan jodoh Iqlima berlangsung dengan baik dan berhasil memperoleh jawaban yang paling tepat dan bijaksana, karena kedua putranya tersebut telah sukses menjalankan misi sekaligus ujian atas diri mereka berdua. Setelah selesai kemudia mereka berdua mendapatkan keputusan ybahwa yang berhak menikah bersama Iqlima adalah Habil. Alasan utama qurban Qabil ditolak karena ia, melaksanakan qurban dengan rasa terpaksa dan tidak ikhlas, sehingga hewan qurban yang disembelihnya pun hanya alakadarnya, bahkan tidak memenuhi persyaratan. Qabil mencari binatang yang kurus dan kecil. Sedangkan qurban Habil dijalankan deng niat yang tulus ikhlas sehingga binatang qurban yang ia sembelih memilih binatang yang terbaik, sehat dan berbadan besar. Sejak saat itu Qabil menyimpan rasa dendam dan berniat ingin menghabiskan nyawa saudaranya sendiri. Dan pada akhirnya Habil dibunuh oleh Qabil serta dikuburkan sebagaimana seekor burung gagak menguburkan burung lawan tandingnya. Sebelum dikubur sesungguhnya Qabil merasa kebingungan harus dibagaimanakan mayat saudaranya tersebut diperlakukan. Dengan ibrah burung gagak tersebut akhirnya Qabil meniru burung gagak menguburkan burung yang sudah mati.

Kamis, 14 Oktober 2010

MARI BERQURBAN

MAKNA NILAI QURBAN
Qurban merupakan salah satu ritus yang dijumpai hamper diseluruh agama, yang membedakannya terletak dari tujuannya. Mereka mempwersembahkan qurban ada yang bermaksud agar Tuhannya tidak marah, sebagai penebus dosa, ada pula yang bermaksud mengharapkanb diberikan rasa aman dalam menjalani hidupnya. Dalam ajaran Islam, ibadah qurban merupakan salah satu syariat yang menjadi washilah atau sarana untuk mendekatkan diri seorang hamba kepada khaliknya.
Qurban merupakan salah satu bentuk nyata dari rasa cinta (hub) yang mendalam kepada Allah SWT, yang dengan rasa tersebut memberikan motivasi untuk mengorbankan apa saja yang diminta oleh Sang Kekasihnya, walaupun permintan berada di luar kesanggupannya. Contoh kasus dalam peristiwa Nabiyullah Ibrahim AS terhadap putranya Nabi Ismail AS. Karena rasa cintanya kepada Allah melebihi dari segala yang dimilikinya, maka tatkala datang perintah Allah SWT untuk menyembelih putra semata wayang yang telah lama menjadi harapan dan menjadi pelengkap kehidupan rumahtangganya. Dengan hati yang tulus ikhlas beliau rela untuk mengorbankan putranya. Ketika berita ini disampaikan kepada Ismail ternyata tanggapan Ismailpun sungguh luarbiasa, beliu menyadarinya deng tulus bahwa ia rela untuk menjalankan firman Allah yang diterimanya melalui mimpi..
Sebelum melaksanakan prosesi penyembelihan banyak sekali godaan yang diterimanya, Nabi Ibrahim harus perang sabil dengan perasaannya. Akhirnya ujian yang berat ini dapat dilaluinya dan ternyata ketika acara penyembelihan dilaksanakan dengan serta merta Alloh menyuruh Malaikat menggantikan Ismail dengan seekor gibas (kambing),s.ejak peristiwa inilah pelaksanaan qurban menjadi syariat Isalam.

Rabu, 29 September 2010

Renungan Malam

HIKMAH BINTANG

Tiada gambar yang mengesankan, tiada permata yang mempesona hanyalah bintang gemintang yang bertaburan sebagai hiasan di sela-sela ruang angkasa. Terpancarlah semburan warna yang indah permai membuat orang terpikat tuk selalu melihat, terpaku kagum akan kebesaran Allah sebagai Sang Kretor hakiki. Gemerlap warna ceria, kemilau di malam gelap gulita, tampaklah aneka rona, merah,kuning,hijau yang mampu membuat silau tatkala di pantau. Pasti bila lama bertafakur, secara tiba-tiba senyuman manis tersungging di bibir manis bagi yang berkontemplasi. Maka sewajarnyalah apabila kalimat “Allahu Akbar” terucap dari lisan mereka yang peka akan rahasia alam tentang Kemaha Kuasaan sang Ilahi.

Wahai saudaraku bukanlah Rasululloh telah bersabda, “Renungilah tentang makhluh Allah, janganlah kau biarakan fikiranmu menjelajahi dzal Ilahi”. Maksudnya bahwa keterbatasan daya nalar manusia tidak akan mampu mengungkap akan rahasia di balik semua itu. Contoh kasus, “ Pada zaman Harun Arrasyid, Abu Nawas disuruh menghitung jumlah bintang yang ada di langit, untuk menjawabnya maka ia membawa seekor kambing, lalu ia menyuruh menghitung jumlah bulunya, karena jumlah bintang sam dengan jumlah bulu pada kambing. Dengan jawaban tersebut maka Abu Nawas selamt dari hukuman yang akan diperditerimanya.

Ternyata betapa sulitnya mengetahui sigma yang pasti walaupun sudah dibatasi agar mudah dihitung. Keunikan inilah yang tak terpikirkan walaupun mengerahkan seluruh kekuatan akal yang dipandang menajubkan, kekuasaan Tuhan tidak bias dibuktikan dengan lengkapnya panca indra secara dzohir. Padahal Dzat Ilahi sangatlah nyata dipandang dengan kekuatan mata basyirah atau batin.

Selasa, 24 Agustus 2010

MUJADALAH DALAM KEBAIKAN

Diskusi yang satu ini, memang bukan cuma basa-basi, namun sudah menjadi tradisi di zaman kiwari. Walau cuma ditemani secangkir kopi pahit, ditambah sebungkus kacang dan diiringi music yang samar-samar, tampaknya memang asik sekali untuk diikuti, apalagi sambil basa-basi kesana-kemari hingga larut malam, bahkan waktu sahurpun hamper tiba.

Acara ngobrol diawali dengan membaca basmalah, dilanjutkan dengan cuap-cuap tentang issue actual yang lagi beredar di kalangan masyarakat, dari yang bersifat ringan hingga nyeleneh ngoceh masalah politik yang agak rumit sedikit dan tampak berbelit-belit yang ujung-ujungnya duit, itulah politik. Berbagai roman muka tampak jelas menandakan keseriusan audiens menyimak apa yang sedang menjadi topic pembicaraan. Mereka tampak selektif untuk menerima informasi yang dibahasnya hingga acara usai dengan saling memberi kesempatan yang seluas-luasnya.

Dalam forum ini, birokrasi yang menghambat kepada kreatifitas ditiadakan, izin yang berbelit-belit dikikis habis, kebebasan berpendapat diutamakan serta dijunjung tinggi. Sindir menyindir dengan berprinsip sampaikanlah kebenaran tersebut walaupun terasa pahit, kemudian ada yang minta bukti konkrit sebagai realisasi nyata dari ucapannya tersebut. Mereka tidak dilarang untuk mengeluarkan idenya dengan cara sinisme ataupun dengan cara sarkasme yang bisa membuat sakit hati orang lain yang mendengarnya. Satu hal yang perlu dipersiapkan dalam mengikuti acara ini adalah bersifat lapang dada dalam berbagai hal, bahkan hakikatnya berjiwa besar untuk dikritik, guna perbaikan dalam bersikap, bertindak, dan berbicara pada masa yang akan dating dalam rangka mewujudkan visi dan misi hidup di dunia.

Berbagai masalah dikaji berdasarkan prinsip Islam baik itu yang bersifat pribadi, nasional, regional, maupun internasional. Dibahas secara lugas berdasarkan teori ilmiah, dianalisa dari berbagai macam sudut pandang kaca mata ilmu pengetahuan, hingga mendapatkan kesimpulan yang akurat dan pantas dipertanggung jawabkan dengan tidak menafikan kebenaran Al Quran, bahkan justru menjadi jiwa kesimpulan tersebut.

Seluruh audien beranggapan bahwa majlis ini, akan menjadikan sumber daya insane berkualitas dan tercerahkan. Hadirnya forum ini menjadi pelopor kebangkitan kaum muslimin di era globalisasi. Katakanlah tiada Tuhan selain Allah, niscaya mereka akan menang, itulah motto forum ini. Diakhir penghujung acara ucapan hamdalah dan do’a kifaratul majlis berakhir.

MUJADALAH DALAM KEBAIKAN

Diskusi yang satu ini, memang bukan cuma basa-basi, namun sudah menjadi tradisi di zaman kiwari. Walau cuma ditemani secangkir kopi pahit, ditambah sebungkus kacang dan diiringi music yang samar-samar, tampaknya memang asik sekali untuk diikuti, apalagi sambil basa-basi kesana-kemari hingga larut malam, bahkan waktu sahurpun hamper tiba.

Acara ngobrol diawali dengan membaca basmalah, dilanjutkan dengan cuap-cuap tentang issue actual yang lagi beredar di kalangan masyarakat, dari yang bersifat ringan hingga nyeleneh ngoceh masalah politik yang agak rumit sedikit dan tampak berbelit-belit yang ujung-ujungnya duit, itulah politik. Berbagai roman muka tampak jelas menandakan keseriusan audiens menyimak apa yang sedang menjadi topic pembicaraan. Mereka tampak selektif untuk menerima informasi yang dibahasnya hingga acara usai dengan saling memberi kesempatan yang seluas-luasnya.

Dalam forum ini, birokrasi yang menghambat kepada kreatifitas ditiadakan, izin yang berbelit-belit dikikis habis, kebebasan berpendapat diutamakan serta dijunjung tinggi. Sindir menyindir dengan berprinsip sampaikanlah kebenaran tersebut walaupun terasa pahit, kemudian ada yang minta bukti konkrit sebagai realisasi nyata dari ucapannya tersebut. Mereka tidak dilarang untuk mengeluarkan idenya dengan cara sinisme ataupun dengan cara sarkasme yang bisa membuat sakit hati orang lain yang mendengarnya. Satu hal yang perlu dipersiapkan dalam mengikuti acara ini adalah bersifat lapang dada dalam berbagai hal, bahkan hakikatnya berjiwa besar untuk dikritik, guna perbaikan dalam bersikap, bertindak, dan berbicara pada masa yang akan dating dalam rangka mewujudkan visi dan misi hidup di dunia.

Berbagai masalah dikaji berdasarkan prinsip Islam baik itu yang bersifat pribadi, nasional, regional, maupun internasional. Dibahas secara lugas berdasarkan teori ilmiah, dianalisa dari berbagai macam sudut pandang kaca mata ilmu pengetahuan, hingga mendapatkan kesimpulan yang akurat dan pantas dipertanggung jawabkan dengan tidak menafikan kebenaran Al Quran, bahkan justru menjadi jiwa kesimpulan tersebut.

Seluruh audien beranggapan bahwa majlis ini, akan menjadikan sumber daya insane berkualitas dan tercerahkan. Hadirnya forum ini menjadi pelopor kebangkitan kaum muslimin di era globalisasi. Katakanlah tiada Tuhan selain Allah, niscaya mereka akan menang, itulah motto forum ini. Diakhir penghujung acara ucapan hamdalah dan do’a kifaratul majlis berakhir.

Selasa, 17 Agustus 2010

Ramadhan Oh ..Ramadhan....

SAMBUTAN INDONESIA KEPADA RAMADHAN 1432 H
Ramadhan tahun ini ternyata berbeda dengan tahun lalu, karena bertepatan dengan hari Kemerdekaan RI ke-65. Penyambutan Ramadhan tahun ini, rakyat Indonesia dikejutkan dengan harga sembako melambung tinggi, kenaikan ini diawali dengan peningkatan harga cabai yang harganya selangit menyaingi harga daging sapi dan ayam, kemudian tak lama berselang pemerintah mengumumkan harga tarif dasar listrik ikut penyesuaian mulai merangkak naik, selanjutnya ternyata tarif jalan tol juga kena imbasnya mengalami kenaikan juga,” itulah sambutan istimewa dengan datangnya bulan suci Ramdhan kali ini.
Walaupun sambutan kedatangan bulan ramadhan sangat beragam, namun bagi mereka tetap optimis bahwa umat Islam tidak akan terpengaruh dengan merangkaknya harga berbagai macam kebutuhan pokok, karena Umat Islam yakin bahwa Bulan Ramadhan merupakan bulan yang ditunggu, bulan yang penuh berkah, bulan maghfirah penuh pengampunan, dan bulan yang akan membebaskan dari api neraka kelak di akhirat. Hal itulah yang meyakinkan bulan bahwa Ramadhan tetap dinanti dan dikagumi.
Mengapa disebut bulan penuh berkah, karena hamper semua orang baik muslim maupun non muslim pada bulan Ramadhan akan mendapat keberkahan. Keberkahan itu bagaikan jamur di musim hujan dan diskon besar-besaran. Setiap kebaikan yang dikerjakan akan dibalas Allah dengan berlipat ganda. Hal tersebut dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia. Mereka yang pedagang makanan terutama sembako akan diserbu pembeli muslim, pedagang pakaian juga demikian serta profesi lainnya akan terkena keberkahan bulan Ramadhan.
Disebut bulan maghfirah, karena Rasulullah telah bersabda, “Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan dengan ikhlas dan penuh keimanan, niscaya akan diampuni dosa-dosa yang telah berlalu,”maka dengan demikian kaum muslimin yang beriman tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini, karena hanya sekali dalam satu tahun itupun apabila Allah SWT masih member kesempatan untuk menikmati indahny hidup di dunia.
Dan disebut bulan yang akan membebaskan dari api neraka, karena pada bulan ini diturunkannya Kitab Suci Al Quran sebagai petunjuk bagi orang yang beriman yang akan menyelamatkan kehidupan dari kegelapan dan ketidak menentuan hidup, maka al Quran akan membimbingnya ke jalan Sorga yang sengaja di sediakan tempat tersebut bagi orang-orang yang melaksanakan ajaran Islam.

Amazing Camp