href='http://www.blogger.com/favicon-image.g?blogID=5195730972603891725' rel='icon' type='image/x-icon'/>

Selamat Datang/Wilujeng Sumping

Selamat datang di blog ini semoga mampu memberi manfaat bagi kita semua

Memory in al-fatah

Album Foto Sdit Al Fatah Slideshow: Nana’s trip from Bekasi, Java, Indonesia to Jakarta was created by TripAdvisor. See another Jakarta slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

Minggu, 27 Maret 2011

Bahasa Indonesia Formal dan Non Formal

BAHASA INDONESIA
BERCIRI FORMAL DAN OBJEKTIF
Oleh: Imron Rosidi


Bahasa Indonesia yang digunakan dalam komunikasi ilmiah berciri formal. Hal itu berarti bahwa unsur-unsur bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahasa Indonesia keilmuan adalah unsur-unsur bahasa yang berlaku dalam situasi formal atau resmi. Ciri formal itu tampak pada berbagai lapis unsur bahasa, kosa kata, bentukan kata, dan bentukan kalimat. Pada lapis kosa kata dapat ditemukan kata-kata yang berciri formal dan kata-kata yang berciri informal. Bagaimanakah bentuknya?

Kata Berciri Formal Kata Berciri Informal
korps korp
berkata bilang
buat bikin
hanya cuma, cuman
olahraga olah raga
beri kasih
ambles amblas
tidak ndak, enggak
daripada ketimbang
bagi buat
lepas copot
suku cadang onderdil

Ciri formal juga ditampakkan pada unsur bentukan kata. Bentukan kata tertentu menandai ciri formal. sementara bentukan kata yang lain menandai ciri informal sebagaimana tampak pada contoh-contoh berikut
Bentukan Kata Bentukan Kata
Berciri Formal Berciri Informal
bercerita cerita
berdagang dagang
bersedih sedih
bemyanyi nyanyi
ditemukan diketemukan
berpindah pindah
perajin pengrajin
mengelola ngelola
membantah mbantah
mendapatkan dapat
mencuci nyuci
melarang ngelarang
tertabrak ketabrak
terjatuh jatuh
terbentur kebentur
bertabrakan tabrakan
Contoh-contob tersebut menampakkan dua macam ciri bentukan kata berciri informal. Ciri pertama adalah tidak adanya unsur fomatif (afiks). Ciri kedua adalah tidak sempurnanya afiks pada kata bentukan. Ciri ketiga adalah hadirnya unsur formatif yang berasal dari bahasa donor (bahasa daerah)
Setelah orientasi bahasa donor beralih dari bahasa Belanda ke bahasa lnggris, bentukan kata dengan afiks -ir merupakan bentukan berciri informal, sedangkan bentukan dengan aifiks -isasi merupakan bentukan berciri formal. Perhalikan contoh-contoh berikut!
Bentukan Berciri Formal Bentukan Berciri Informal
legalisasi legalisir
lokalisasi lokalisir
Organisasi organisir
realisasi realisir
Kalimat yang berciri formal ditandai oleh beberapa ciri. Ciri pertama adalah kelengkapan unsur wajib sehingga memenuhi kelengkapan isi proposisi. Kalimat (1) berikut memenuhi persyaratan kelengkapan, sedangkan kalimat (2) tidak.
(1) Mocliono (l989) menyatakan bahwa bahasa ilmiah itu lugas dan eksak serta menghindari kesamaran dan ketaksaan dalam pengungkapan.
(2) Menurut Moeliono (1989) menyatakan bahwa bahasa ilmiah lugas I dan eksak serta menghindari kesamaran dan ketaksaan dalam pengungkapan.
Kalimat fragmentaris sebagaimana telah diuraikan di depan merupakan kalimat yang tidak memenuhi persyaratan kelengkapan unsur wajib.
Ciri kedua adalah ketepatan penggunaan kata fungsi atau kata tugas, yaitu kata yang berfungsi atau bertugas menandai fungsi dan hubungan unsur kalimat. Kata fungsi pada contoh (1) s.d. (5) digunakan secara tepat, sedangkan pada contoh (6) s.d. (10) digunakan secara tidak tepat.
(1) Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian kepada masyarakat
(2) Penggunaan urea tablet ternyata lebih hemat daripada urea tabur
(3) Bagi petani daerah ini, saluran irigasi merupakan prasarana pertanian yang sangat berarti.
(4) Di lembaga tempat mahasiswa dididik tersedia fasilitas yang cukup untuk meningkatkan prestasi mahasiswa
(5) Gedung-gedung yang akan direnovasi masih digunakan untuk kegiatan akademik
(6) Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian pada masyarakat
(7) Penggunaan urea tablet ternyata lebih hemat dari urea tabur
(8) Buat petani daerah ini, saluran irigasi merupakan prasarana pertanian yang sangat berarti.
(9) Di lembaga di mana mahasiswa dididik tersedia fasilitas guna meningkatkan prestasi mahasiswa.
(10) Gedung-gedung yang mana akan direnovasi masih digunakan untuk kegiatan akademik.
Ciri ketiga adalah isinya yang mantiki. Kalimat yang berciri formal berfungsi sebagai alat pengungkap penalaran. Kalimat yang mampu berfungsi sebagai alat pengungkap penalaran itu disebut kalimat bernalar. Berbeda dengan kalimat (1), kalimat (2) berikut telah mengungkapkan penalaran yang benar.
(1) Kedudukan pengajaran berbicara tidak sama dengan pokok bahasan lain, yaitu seperti pada membaca, kosa kata, struktur, pragmatik, maupun apresiasi bahasa dan sastra lndonesia.
(2) Kedudukan pengajaran berbicara tidak sama dengan kedudukan pengajaran yang lain: membaca, kosa kata, struktur, pragmatik, dan apresiasi bahasa dan sastra Indonesia.
Ciri keempat adalah tampilan esei formal. Ciri itu menuntut pengungkapan gagasan secara utuh dalam bentuk kalimat. Potongan-potongan gagasan dalam kalimat diintegrasikan secara langsung dalam kalimat Kalimat contoh (1) merupakan kalimat tampilan esei nonformal, sedangkan kalimat contoh (2) merupakan kalimat tampilan esei formal.
(1) Dongeng berdasarkan isinya dapat dibedakan:
-fabel
-legende
-mite
-sage
-penggeli hati.
(2) Dongeng berdasarkan isinya dapat dibedakan atas lima kategori, yakni fabel, legende, mite, sage, dan penggeli hati.
Tampilan esei formal tidak hanya ditampakkan pada tataan unsur-unsur kalimat, tetapi juga ditampakkan pada penempatan kalimat dalam konteks kalimat-kalimat yang lain dalam rangka membentuk teks. Tampilan kalimat pada (1) bukan tampilan esei formal, sedangkan tampilan kalimat pada (2) adalah tampilan esei formal.
(1) Dongeng berdasarkan isinya dapat dibedakan atas label, legende, mite, sage, dan penggeli hati.
Fabel adalah cerita tentang binatang yang dapat berkata-kata dan berpikir seperti manusia
Legende adalah cerita yang berhubungan dengan keajaiban alam.
Mite adalah cerita tentang dewa-dewi atau cerita yang berhubungan dengan kepercayaan.
Sage adalah cerita yang berisi kiasan atau ibarat yang di dalamnya terkandung ajaran hidup
Penggeli hati adalah cerita yang mengandung kelucuan-kelucuan atau perbuatan yang menggelikan.
(2) Dongeng berdasarkan isinya dapat dibedakan atas lima kategori, yakni fabel, legende. mite, sage, dan penggeli hati. Fabel adalah cerita tentang binatang yang dapat berkata- kata dan berpikir seperti manusia. Legenda adalah cerita yang berhubungan dengan keajaiban alam. Mite adalah cerita tentang dewa-dewi atau cerita yang berhubungan dengan kepercayaan. Sage adalah cerita yang berisi kiasan atau ibarat yang di dalamnya terkandung ajaran hidup. Penggeli hati adalah cerita yang mengandung kelucuan-kelucuan atau perbuatan yang menggelikan.
Bahasa Indonesia keilmuan merupakan alat pengungkap gagasan yang objektif. Sejalan dengan fungsinya itu, bahasa Indonesia keilmuan bersifat objektif Demi sifatnya yang objektif itu pula bahasa Indonesia keilmuan menggunakan gagasan sebagai pangkal tolak agar sudut pengungkapan secara dominan bertolak dari perihal (objek) yang sedang dibicarakan. Pengungkapan demikian itu menghasilkan paparan yang objektif.
Terwujudnya ciri objektif bahasa Indonesia keilmuan tidak cukup dengan hanya menempatkan gagasan sebagai pangkal tolak. Ciri objektif itu dapat diwujudkan dengan penggunaan kata dan struktur. Kata-kata yang menunjukkan ciri subjektif/emosional tidak digunakan. Hadirnya kata alangkah dan kiranya pada contoh (1) dan (2) berikut telah menimbulkan ciri subjektif/emosional. Ciri subjektif itu tidak ada pada contoh (3) dan (4).
(1) Contoh-contoh itu telah memberikan bukti alangkah besarnya peranan orangtua dalam pembentukan kepribadian anak.
(2) Dari uraian di atas kiranya dapat disimpulkan bahwa pengajaran berbicara di sekolah dasar tidak terpancang pada salah satu metode.
(3) Contoh-contoh itu telah memberikan bukti besarnya peranan orang tua dalam pembentukan kepribadian anak.
(4) Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengajaran berbicara di sekolah dasar tidak terpancang pada salah satu metode.
Kata-kata yang menunjukkan sikap ekstrem, seperti harus, wajib. pasti, dapat memberikan kesan emosional. Karena itu, penggunaan kata-kata yang menunjukkan sikap ekstrem itu perlu dihindairi. Contoh (1) dan (2) berikut masing-masing berciri subjektif/emosional dan objektif/rasional.
(1) Di antara etika yang harus ditanamkan kepada anak adalah mengambil makan dan minum dengan memakai tangan kanan, membaca basmalah untuk mamulai pekerjaan yang baik dan alhamdulillah untuk mengakhiri pekerjaan yang baik pula.
(2) Di antara etika yang ditanamkan kepada anak adalah mengambil makan dan minum dengan memakai tangan kanan, membaca basmalah untuk memulai pekerjaan yang baik dan alhamdulillah untuk mengakhiri pekerjaan yang baik pula.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Amazing Camp